Minggu, 18 Agustus 2013

1.      Koauau

http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/06/koauau.jpg
Dari berbagai jenis flute yang ada di Selandia Baru, mungkin koauau adalah yang paling banyak diapresiasi dan mendapat perhatian. Alat musik mungil ini dapat dibuat dari berbagai macam bahan, seperti kayu, tulang sayap elang laut, bahkan tulang manusia. Koauau adalah sejenis seruling yang ditiup lurus, dan memiliki panjang 12 sampai 15 cm dengan jarak setiap lubang antara 1 sampai 2 cm. Ketika tidak dimainkan, instrumen ini dikenakan di leher. Koauau memiliki tiga lubang untuk jari (fingerholes). Koauau adalah seruling dengan melodi yang bergetar, kadang-kadang bisa disertai dengan vokal.
2.      Gaohu
unduhan (13).jpg
Gaohu (Hanzi: 高胡 gao4 hu2) adalah alat musik yang paling penting dalam musik tradisional Guangdong, RRC, bisa dikatakan bahwa gaohu adalah "jiwa" dari musik Guangdong.
Walaupun tidak mutlak, tapi salah satu ciri khas gaohu adalah ukiran kepala naga pada bagian atas alat musik dan bentuk kotak suara yang bulat.
Ada pula gaohu versi utara yang berbeda dengan gaohu versi selatan (Guangdong), gaohu versi utara merupakan modifikasi dari erhu untuk mendapatkan nada suara yang lebih tinggi dari erhu, gaohu versi utara ini dimainkan seperti erhu. Biasanya bentuk gaohu utara ini lenih menyerupai erhu dan tidak memakai ukiran kepala naga dibagian atas gagangnya.
Gaohu dimainkan dengan cara dijepit di antara kaki pemainnya. Suara yang dihasilkan dari alat musik ini lebih tinggi dari erhu.
Gaohu biasa disetel dengan nada A - E atau G - D.
3.      Bagpipe
unduhan (9).jpg
Alat musik khas Skotlandia ini dimainkan dengan cara ditiup. Namun, berbeda dengan seruling, bagpipe memiliki satu tabung untuk menyimpan udara, sementara lubang seruling berjumlah lima buah. 
4.      Kompang
unduhan (5).jpg
Kompang ialah sejenis alat musik tradisional yang paling populer bagi masyarakat Melayu. Ia tergolong dalam kumpulan alat musik gendang. Kulit kompang biasanya dibuat dari kulit kambing betina. Namun belakangan, dibuat dari kulit lembu, kerbau, dan getah sintetis. Terdapat dua bagian kompang, yaitu muka yang disebut belulang dan bagian badan yang disebut baluh. Alat musik ini berasal dari dunia Arab dan dipercayai dibawa masuk ke Tanah Melayu ketika zaman Kesultanan Melaka oleh pedagang India muslim, atau melalui Jawa pada abad ke-13 oleh pedagang Arab.
Kompang biasanya berukuran 16 inci ukur lilit dan ditutup dengan kepingan kulit pada sebelah permukaan. Ia memunyai bukaan cetek dan dimainkan cara dipukul dengan sebelah tangan, sementara tangan yang lain untuk memegang.Kompang biasanya dimainkan semasa arak-arakan, kenduri, dan upacara-upacara tradisi lain. Di Sabah, pertandingan kompang sering diadakan untuk memasyarakatkan kembali kesenian Melayu yang hampir punah.
5.      Erhu
unduhan (2).jpg
Erhu merupakan alat musik tradisional Tiongkok yang paling populer di samping Guzheng dan Dizi. Secara umum, keluarga alat musik gesek ini dikenal juga dengan istilah huqin yang berarti "alat musik orang barbar". Dinamakan demikian karena diperkenalkan oleh orang barbar yang berasal dari Asia Tengah. Huqin telah berumur sekitar 500 tahun. Mulai populer pada zaman Dinasti Sung (960–1279), yang berlanjut ke zaman Dinasti Ming (1368–1644) dan Dinasti Qing (1644–1911). Dalam kurun waktu tersebut, huqin telah berkembang menjadi bermacam-macam jenis, termasuk yang kita kenal sekarang sebagai erhu.Pada mulanya, erhu menggunakan dua senar yang terbuat dari sutra, tetapi sekarang menggunakan senar dari logam. Erhu biasanya menggunakan membran dari kulit ular piton, tetapi ada juga yang menggunakan bahan lain. Kotak suara dapat berbentuk segi enam, segi delapan, atau bulat. Kotak suara ini juga bervariasi ukurannya. Semakin besar ukuran kotak suaranya, bunyi bas yang dihasilkan semakin besar. Begitu pula sebaliknya. Erhu digesek dengan busur yang terbuat dari bambu dan rambut ekor kuda. Rambut ekor kuda tersebut digosok dengan damar (gondorukem) sehingga terasa kesat waktu digesek. Erhu biasa disetel dengan nada D - A atau C – G.
6.      MARAKAS 
unduhan (32).jpg
Marakas atau dalam bahasa asing disebut Maracas, Maracax'a, Maraca' Mbara'ka, di kategorikan sebagai alat musik perkusi. Pada masa lalu instrumen ini dimainkan secara tunggal, sebagai media penyembuhan dalam banyak prosesi ritual hampir di seluruh Afrika, Amerika Selatan dan Karibia. Marakas termasuk dalam jenis perkusi idiophones atau autophones dan juga merupakan salah satu bagian penting dari musik Cuba, Salsa, Rumba, Charanga dan Trova Ensemble. Jenis alat musik ini hampir dapat ditemukan di seluruh dunia. Dalam Big Band dan Orkestra biasanya menggunakan alat musik ini, itu dikarenakan pengaruh dari berbagai musik Latin.
7.      Sanxian
unduhan (30).jpg
Sanxian (Chinese: 三弦, harfiah "tiga senar") adalah alat musik petik fretless dengan gagang panjang, bersenar tiga dengan membran yang terbuat dari kulit yang direntangkan pada resonator atau soundbox, biasanya kulit yang digunakan adalah kulit ular ular phyton.Suara yang dihasilkan sangat khas dan jangkauan nada yang dihasilkan juga lebar.Sanxian banyak dimainkan sebagai pengiring, dalam orkestra maupun pertunjukan solo.
Sanxian sudah diciptakan sejak Dinasti Yuan ( abad 13 ), kemudian berkembang sampai ke Jepang dan dinamakan Samishen. Keunikannya adalah dengan memanfaatkan kulit ular Phyton untuk membran yang terpasang pada bagian yang menghasilkan suaranya. Pada awal abad ke 20, Sanxian dekembangkan menjadi senar 4 ( empat ).Nada yang di hasilkan kering agak perkusi dan volume keras mirip dengan banjo
8.      TAIKO
unduhan (23).jpg
Taiko yang memiliki arti berarti “drum yang besar”.  Pada zaman/masa feodal di Jepang, taiko biasanya dipergunakan sebagai motivator kepada seluruh pasukan dan bisa juga digunakan untuk memberikan perintah dan juga mengumukan hal-hal penting.  Dikala telah memasuki medan perang taiko yaku yang artinya penabuh drum adalah orang yang paling bertanggung jawab untuk mengatur langkah barisan.
9.      Kundu

http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/06/kundu.jpg
Kundu adalah nama yang diberikan untuk drum tangan yang terdapat di Papua Nugini. Drum kundu biasanya menggunakan kulit kadal di bagian atas dan bagian badannya terbuat dari kayu yang dilubangi. Drum Kundu bisa terdapat dalam berbagai ukuran, mulai dari yang berdiameter 30 cm hingga lebih dari 200 cm seperti yang ditemukan di sekitar Gogodala. Beberapa kundu memiliki pegangan, sementara yang lain tidak. Hal ini tidak ditentukan oleh ukuran, melainkan oleh gaya memainkannya. Badan kundu biasanya dihiasi dengan ukir-ukiran khas Papua Nugini. Kualitas seni digambarkan pada badan drum biasanya akan menentukan nilai kundu tersebut.
10. JIMBE
http://1.bp.blogspot.com/-T19jhW1nBqk/UQJHaqWK-fI/AAAAAAAAAQ0/sEVrXWIk-xo/s1600/1280485592_107526792_3-Kendang-Jimbe-Blitar-1280485592.jpg
Jimbe atau Djembe adalah merupakan salah satu alat musik perkusi ritmik yang populer di dunia masa kini.  Menurut salah seorang penelti alat musik, jimbe adalah hasil kreasi orang di Sierra Leone, Afrika. Cikal bakal jimbe adalah Sangba dan  memang benar dari tempat alat musik ini berasal ternyata penyebarannya tidak menyeluruh di benua Afrika. Ada banyak nama untuk alat musik berjenis seperti ini, di antaranya sangba, yimbei, jimberu, bata, tapoi dan lainnya. Masing-masing dari alat musik ini dimainkan oleh kelompok-kelompok, orang-orang ataupun suku-suku yang berbeda pula. Di daerah Mali misalnya, jimbe dipergunakan hanya pada malam hari untuk berbagai perayaan, misalnya menyambut bulan purnama, datangnya musim semi, musim panas, musim panen, musim dingin, perkawinan, pembaptisan dan lain sebagainya.
11. Banhu
unduhan (15).jpg
Banhu (Hanzi: 板胡 ban3 hu2 baca: pan3 hu2) adalah salah satu alat musik gesek tradisional Tiongkok dari keluarga instrumen huqin. Banhu biasanya digunakan di daerah utara Tiongkok. Kata 'ban' berarti sepotong kayu dan 'hu' adalah kependekan dari huqin.
Seperti erhu dan gaohu, banhu juga memiliki dua senar, namun banhu berbeda dari erhu sebab kotak suaranya terbuat dari batok kelapa, bukan dari kayu, dan penutupnya menggunakan papan kayu tipis, bukan kulit ular.
Yehu, sebuah alat musik gesek Tiongkok lainnya yang menggunakan tempurung kelapa dan papan kayu, kebanyakan digunakan di Tiongkok selatan.
12. Daegeum
unduhan (21).jpg
Daegeum adalah suling bambu besar dari Korea. Daegeum memiliki membran yang menghasilkan suara berat atau melankolis. Daegeum dimainkan dalam permainan musik istana dan musik rakyat, secara solo maupun orkestra.
Jenis suling yang sama namun lebih kecil adalah junggeum (중금; 中琴) dan sogeum (소금;小琴). Tiga suling ini dikenal juga sebagaisamjuk (삼죽; ; atau "tiga bambu"). Samjuk bermula dari zaman kerajaan Silla.
Permainan solo daegeum yang disebut daegeum sanjo adalah Warisan Budaya Nonbendawi Korea Selatan pada tahun 1971.
13. Kalimba

http://3.bp.blogspot.com/-orHHgYku7b4/UHqFfKurpiI/AAAAAAAADUg/OORswIejKD4/s320/kalimbas.jpg

Kalimba atau juga di sebutl thumb piano (piano jempol) adalah alat musik perkusi. Alat musik ini merupakan versi modern dari alat musi tradisonal Afrika Selatan bernama mbira. Terdiri dari sebuah koatak resonator berongga dengan tuts-tuts logam yang menempel ke bagian atas untuk memeberikan not-not berbeda. Instrumen ini berhasil menarik perhatia grup musik Earth Wind and Fire untuk membuat, serta menyanyikan sebuah lagu khusus berjudul Kalimba Story, yang liriknya bercerita tentang alat ini dan tentunya tidak lupa sembari menyisipkan nada-nada dari instrumen unik yang satu ini.
14. MBIRA
unduhan (25).jpg
Dalam musik Afrika , yang mbira (juga dikenal sebagai Likembe, Mbila, piano Thumb ,Mbira Huru, Mbira Njari, Mbira Nyunga Nyunga, Karimbao atau Kalimba ) adalah alat musik yang terdiri dari papan kayu yang terhuyung kunci logam telah terpasang.  Di Afrika Timur dan Selatan ada banyak jenis mbira, biasanya disertai oleh hosho . Mbira biasanya diklasifikasikan sebagai bagian darilamellaphone keluarga. I Di beberapa tempat juga dikenal sebagai sanza atau Sansa. 
15. SHAMISEN
unduhan (24).jpg
Shamisen yang bentuknya sangat indah, bahkan tidak sedikit orang yang bilang kalau bentuk dari alat musik ini terinspirasi dari indahnya lekukan tubuh wanita.  Bahkan masyarakat jepang sendiri banyak yang terkagum-kagum ketika pertama kali melihat keindahan bentuk shamisen ini.
SHAMISEN terdiri dari 3 dawai yang mempunyai ketebalan yang berbeda-beda.  Yang menghasilkan suara tertinggi adalah dawai yang tipis begitu pula sebaliknya dawai yang lebih tebal akan menghasilkan suara yang lebih tinggi.
16. Bansuri
http://images.bidorbuy.co.za/user_images/017/413017_zenflute8.jpg
Bambu merupakan tanaman yang mudah ditemui di daratan Asia, sehingga tidak heran apabila banyak alat musik tradisional yang terbuat dari bambu. Di India, suling yang dikenal dengan nama bansuri menjadi alat yang hampir mendominasi komposisi musik tradisional India. Pandit Pannalal Ghosh, Hari Prasad Chauria merupakan beberapa peniup bansuri yang popular di India.
17. Sitar
unduhan (33).jpg
Sitar (Urdu/Persia: سهتار ṣītār, Hindi: सितार) adalah salah satu jenis alat musik yang berasal dari Asia Selatan. Alat musik klasikHindustan yang menggunakan dawai/senar. Alat musik ini menggunakan dawai simpatetik bersama dengan dawai biasa dan ruang resonansi menggunakan gourd (sejenis buah-buahan yang dikeringkan dan berongga di dalamnya) sehingga menghasilkan suara yang unik. Sitar merupakan alat musik yang sering digunakan dalam seni musik klasik hindustan sejak Zaman Pertengahan. Sitar diyakini telah diturunkan dari Veena instrumen kuno India dan dimodifikasi oleh musisi pengadilan Mughal agar sesuai dengan selera pelanggan Persia dan dinamai alat Persia yang disebut Setar (berarti "tiga senar"). Sejak itu, sitar mengalami banyak perubahan, dan sitar modern yang berkembang di India abad ke-18.
18. Shehnai
http://www.shankarshehnai.com/images/shehnai01.gif
Shehnai berasal dari benua india. Alat musik tiup yang satu ini dipopularkan oleh musisi legendaris Ustad Bismillah Khan. Shehnai memiliki bentuk perpaduan antara seruling dengan trompet, namun terbuat dari kayu pilihan. Shehnai merupakan alat musik yang digunakan untuk mengiringi prosesi keagamaan, seperti pernikahan.
19. Qanun (Kecapi Arab)
79-tone Kanun on the couch.jpg
Qanum adalah alat musik dawai seperti kecapi atau zither yang berasal dari Harpa Mesir, dan dimainkan sejak Abad X, kemudian dibawa ke Eropa pada Abad XII. Arti Qanun sebenarnya adalah Hukum.
Bentuk Qanun adalah seperti trapesium dengan papan suara yang datar untuk 81 dawai, di mana dibagi 3 kelompok akord. Cara memainkan adalah dengan meletakkan diatas pangkuan atau meja, dibunyikan dengan petikan jari di mana terdapat 4 plektrum dipasang pada ujung 4 jari (bukan jempol) setiap tangan, dawai ditumpu oleh penunjang (brigde) pada kulit domba atau ikan yang menutupi sebagian qanun yang segi empat (jadi suara dibuat dengan resonansi kulit domba/ikan tersebut). Pemain juga akan membuat Maqam baru dengan tangannya, termasuk untuk modulasi.
Pemain maestro qanun adalah: Muhammad El 'Aqqad (Mesir), Abraham Salman (Iraq).
20. Dizi
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e0/Dizi%28F%29.jpg/220px-Dizi%28F%29.jpg
Dizi (笛子)adalah nama alat musik tiup berupa seruling horizontal yang berasal dari Cina.[1][2][3] Dizi berawal dari Asia Tengah dan masuk ke Tiongkok pada 2 SM dan mengubah bahan dasar Dizi menjadi bambu. Saat itu Dizi terbuat dari tulang. Sebelum Dinasti Han, Dizi yang pada masa itu disebut Di mengacu pada seruling vertikal.  Kemudian pada masa Dinasti Tang barulah diadakan perbedaan yaitu nama Di untuk seruling horizontal dan Xiao untuk seruling vertikal.Pada abad ke 7 M, sebuah selaput ditambahkan dan namanya berubah menjadi Dizi.
Dizi modern memiliki 12 lubang yang terdiri dari satu lubang untuk meniup, satu lubang membran, enam lubang untuk memainkan, empat lubang untuk memperbaiki tinggi rendah nada dan memasang pajangan. Berbeda dengan Xiao, Dizi memiliki nada jernih dan bergema sehingga cocok untuk mengekspresikan irama gembira dan dapat meniru suara burung-burung yang berbeda.